Berita
SMK Wiyasa Magelang Deklarasikan Komitmen Anti Perundungan
Tanggal : 12/20/2024, 23:09:04, dibaca 55 kali.Magelang, Rabu, 18 Desember 2024 – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan, seluruh guru, karyawan, dan siswa SMK Wiyasa Magelang melaksanakan kegiatan Deklarasi Bersama Anti Perundungan. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen sekolah untuk mempertegas komitmen mereka dalam melawan segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun digital.
Momen Bersejarah di SMK Wiyasa Magelang
Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Endang Pratiwi Setyaningrum, S.E., yang menyampaikan urgensi dari langkah kolektif untuk memberantas perundungan di lingkungan sekolah.
"Deklarasi ini bukan hanya formalitas, tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung setiap siswa berkembang tanpa rasa takut atau tekanan," ujar Ibu Endang dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan pentingnya nilai-nilai saling menghormati, empati, dan keberanian untuk melaporkan jika terjadi tindakan perundungan.
Prosesi Pembacaan Deklarasi
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan naskah deklarasi yang dipimpin oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas. Naskah deklarasi tersebut berisi janji untuk:
- Tidak melakukan tindakan perundungan dalam bentuk apa pun.
- Membantu teman yang menjadi korban perundungan.
- Melaporkan setiap tindakan perundungan kepada pihak yang berwenang.
- Menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai.
Setelah pembacaan, seluruh peserta berdiri dengan khidmat dan mengucapkan janji secara bersama-sama, menandakan tekad bulat mereka untuk memerangi perundungan.
Penandatanganan Komitmen Bersama
Puncak acara adalah sesi penandatanganan deklarasi. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Deklarasi Anti Perundungan SMK Wiyasa Magelang" dipajang di depan aula sebagai simbol komitmen bersama. Satu per satu, guru, karyawan, dan siswa maju untuk membubuhkan tanda tangan mereka sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan anti perundungan.
Penandatanganan ini diiringi suasana penuh semangat dan rasa kebersamaan, mencerminkan harapan besar seluruh elemen sekolah untuk membawa perubahan positif.
Pesan dari Guru dan Siswa
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menegaskan pentingnya upaya kolektif ini. "Perundungan bukan hanya tanggung jawab korban dan pelaku, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai komunitas sekolah. Melalui deklarasi ini, kita menunjukkan bahwa SMK Wiyasa adalah sekolah yang peduli dan berani melawan perundungan," tegasnya.
Salah satu siswa, Rifki dari kelas XI Perhotelan, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari kegiatan ini. "Saya merasa acara ini penting karena mengingatkan kami semua untuk lebih peka terhadap perasaan teman-teman. Semoga deklarasi ini bukan hanya janji, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan sehari-hari," katanya.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Kegiatan deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari berbagai program sekolah untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. SMK Wiyasa Magelang berencana mengadakan pelatihan untuk guru dan siswa tentang cara mengenali, mencegah, dan menangani perundungan. Selain itu, sekolah juga membuka layanan konseling yang siap membantu siswa yang membutuhkan.
Ibu Endang Pratiwi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang. "Kami ingin SMK Wiyasa Magelang menjadi pelopor dalam gerakan anti perundungan di Magelang. Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal membentuk karakter yang kuat dan bermoral," ujarnya menutup acara.
Penutup
Deklarasi Anti Perundungan yang dilaksanakan di SMK Wiyasa Magelang menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara maksimal. Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen sekolah berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut menyuarakan pentingnya melawan perundungan.
Selamat untuk SMK Wiyasa Magelang atas inisiatif luar biasa ini! Semoga deklarasi ini menjadi langkah awal menuju terciptanya sekolah yang benar-benar bebas dari perundungan.
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas