Gelar Buka Puasa Bersama sebagai Wujud Toleransi dan Kebersamaan

Tanggal : 03/16/2025, 14:14:09, dibaca 92 kali.

Magelang, Jumat, 14 Maret 2024 – Dalam semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, guru dan karyawan SMK Wiyasa Magelang menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Makan Kebon Tebu, Magelang. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun SMK Wiyasa Magelang berbasis agama Kristen, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, terutama kepada rekan-rekan guru dan karyawan yang beragama Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Kebersamaan dalam Keberagaman

Kegiatan buka puasa bersama ini diinisiasi oleh pihak sekolah sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap guru dan karyawan Muslim yang tengah menunaikan ibadah puasa. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, serta staf karyawan SMK Wiyasa Magelang, yang dengan penuh kehangatan berbagi momen spesial dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kepala SMK Wiyasa Magelang, Ibu Endang Pratiwi Setyaningrum, S.E., dalam sambutannya menyampaikan,

"Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, di mana seluruh guru dan karyawan merasa dihargai dan dihormati keyakinannya masing-masing. Toleransi adalah bagian penting dalam kehidupan, dan acara buka puasa bersama ini adalah salah satu cara kami menunjukkan bahwa kita semua bersaudara, meskipun berbeda keyakinan."

Suasana Hangat di Rumah Makan Kebon Tebu

Menjelang waktu berbuka, suasana Rumah Makan Kebon Tebu dipenuhi dengan canda tawa dan obrolan ringan para guru dan karyawan. Beberapa guru yang non-Muslim juga dengan penuh antusias ikut menunggu waktu berbuka bersama, menunjukkan dukungan dan rasa hormat mereka kepada rekan-rekan Muslim yang berpuasa.

Hidangan yang disajikan pun sangat beragam, mulai dari takjil seperti kolak, es buah, dan kurma, hingga menu utama khas rumah makan tersebut seperti ayam goreng kremes, ikan bakar, dan berbagai sayur tradisional.

Ketika azan magrib berkumandang, para peserta acara dengan khidmat membatalkan puasa bersama, diikuti dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru Muslim. Momen ini terasa sangat hangat dan menyentuh, karena memperlihatkan persatuan dan rasa saling menghormati antar sesama.

Makna Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain sebagai acara buka puasa, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi para guru dan karyawan tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan sosial. Salah satu guru yang beragama Islam, Ibu Greti Puspandhani, S.Kom., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya,

"Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada SMK Wiyasa Magelang yang telah memberikan ruang bagi kami yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Tidak hanya itu, acara seperti ini juga semakin mempererat rasa persaudaraan di antara kita semua."

Sementara itu, Ibu Utari Dewi, S.S., yang beragama Kristen, juga menyampaikan,

"Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk menjalin persahabatan dan kerja sama yang baik. Di SMK Wiyasa Magelang, kami adalah keluarga besar yang selalu mendukung satu sama lain."

Penutup: Menguatkan Silaturahmi Antar Guru dan Karyawan

Setelah menikmati makan malam bersama, acara ditutup dengan doa dan harapan agar kebersamaan ini terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di SMK Wiyasa Magelang. Para guru dan karyawan berharap bahwa acara serupa dapat terus diadakan di masa depan, tidak hanya saat bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai momen lainnya sebagai bentuk penguatan hubungan antar guru dan karyawan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, SMK Wiyasa Magelang tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kerukunan antarumat beragama dapat dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SMK Wiyasa Magelang – Sekolah yang Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi dan Kebersamaan!




 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas